Daftar Tempat Wisata Manggarai Raya

Halo jumpa lagi bersama saya Damang Koe. Kali ini saya akan menceritakan secara singkat bagaimana itu manggarai. manggarai merupakan sebuah daerah yang letak geografis tepat dipulau
flores bagian barat. Berikut detail perbatasannya bagian barat berbatasan dengan selat sape.selat terdebut beradada antara pulau komodo dengan bima NTB, sedanggkan bagian timur berbatasan dengan kabupaten Ngada Bajawa, itu tepatnya di waemokel Manggarai Timur.

mungkin begitu saja kali ini saya akan menunjukan tempat wisata semanggarai raya dari ujung Barat sampai timur
manggarai.

he we go...!!!!

1. Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo terletak di antara provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Taman nasional ini terdiri atas tiga pulau besar Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil. Wilayah darat taman nasional ini 603 km² dan wilayah total adalah 1817 km².

Pada tahun 1980 taman nasional ini didirikan untuk melindungi komodo dan habitatnya. Di sana terdapat 277 spesies hewan yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan Australia, yang terdiri dari 32 spesies mamalia, 128 spesies burung, dan 37 spesies reptilia. Bersama dengan komodo, setidaknya 25 spesies hewan darat dan burung termasuk hewan yang dilindungi, karena jumlahnya yang terbatas atau terbatasnya penyebaran mereka.

Selain itu, di kawasan ini terdapat pula terumbu karang. Setidaknya terdapat 253 spesies karang pembentuk terumbu yang ditemukan di sana, dengan sekitar 1.000 spesies ikan. Keindahan terumbu ini menarik minat wisatawan asing untuk berenang atau menyelam di perairan ini.

Pulau-pulau ini aslinya adalah pulau vulkanis. Jumlah penduduk di wilayah ini kurang lebih adalah 4.000 jiwa. Pada tahun 1991 taman nasional ini diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Pada tanggal 11 November 2011, New 7 Wonders telah mengumumkan pemenang sementara, dan Taman Nasional Komodo masuk kedalam jajaran pemenang tersebut bersama dengan, Hutan Amazon, Teluk Halong, Air Terjun Iguazu, Pulau Jeju, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, dan Table Mountain[2]. Taman Nasional Komodo mendapatkan suara terbanyak [3].

2. Pulau Rinca
Pulau Rinca

Pulau Rinca adalah salah satu pulau yang di huni oleh sang naga purba Komodo. Pulau ini terletak di bagian barat pulau Flores dan masih masuk dalan kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Secara Geografis Pulau RInca juga merupakan salah satu pulau yang masuk dalam wilayah Taman nasional Komodo. Berjarak tempuh sekitar 2 jam dari Labuan Bajo, pulau ini ramai sekali di datangi oleh pengunjung yang hendak melihat habitat dari kadal raksasa purba yang masih tersisa di dunia itu.
Setelah puas menikmati indahnya pulau Bidadari disini, kapal Putih yang saya tumpangi mulai merapat ke dermaga pulau Rinca tepat pukul 15:30. Kris terlihat sibuk memberikan aba-aba kepada pak Dulah dalam menyandarkan kapal ke dermaga pulau Rinca. Sementara para Ranger sudah terlihat menyambut kami di pos dermaga. Baru saja menginjakkan kaki di dermaga, saya terkejut dengan tulisan merah yang tepasang di dekat situ.

3.Pulau Seraya

Pulau Seraya


Pulau Seraya Kecil atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pulau Seraya merupakan sebuah pulau yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur atau berjarak sekitar sepuluh kilometer sebelah utara dari pusat kota Labuanbajo. Pulau ini memang kecil serta memiliki garis pantai sepanjang sekitar satu kilometer. Namun jangan salah pulau ini memiliki keindahan yang luar biasa dan merupakan tempat yang cocok untuk sekedar menenangkan diri hingga untuk berbulan madu. Berkunjung ke pulau ini akan membuat Anda serasa memiliki pulau dan pantai pribadi.

Bentangan alam yang disajikan pastinya akan membuat takjub setiap orang yang berkunjung. Pantai di pulau ini memiliki hamparan pasir putih serta air laut yang cukup jernih kebiruan. Ditambah lagi dengan keindahan bawah lautnya. Bahkan ketika air laut surut, Anda dapat berjalan menuju ke tengah laut dengan radius sekitar 500 meter dari bibir pantai. Berbagai aktivitas dapat dilakukan di tempat ini, seperti memancing, berenang maupun snorkeling.

Selain menyajikan keindahan alam pulau ini juga menyajikan keindahan bawah laut, hal ini dikarenakan masyarakat setempat masih memegang teguh prinsip mereka untuk tidak menggunakan peralatan seperti bom atau potas untuk mencari ikan. Sehingga kelestarian alam dapat tetap terjaga dan lestari. Di pulau ini tersedia fasilitas penginapan. Namun hanya ada satu pihak yang mengelolanya. Bentuk penginapannya seperti rumah panggung dan terbuat dari anyaman bambu yang sebagian besar terletak di pesisir pantai sehingga pemandangan yang ditawarkan langsung menuju ke arah lautan lepas. Biaya sewa per kamarnya berkisar antara Rp 350.000,- hingga Rp 400.000,-. Namun saat memasuki musim liburan yakni antara bulan Juni hingga Agustus biaya sewa bisa naik. Selain itu di pulau ini juga tersedia restoran yang siap melayani dari pagi hingga malam hari. Meski begitu pulau ini belum terjangkau oleh jaringan listrik dari PLN. Dan pihak pengelola hanya akan menyalakan genset dari pukul 18.00 hingga pukul 22.30 WITA. Hal ini berdasarkan sebagian besar permintaan dari para wisatawan yang ingin beristirahat dan menikmati malam dengan tenang di waktu tersebut..

4. Pulau Padar
Pulau Padar

Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Pulau ini relatif lebih dekat ke Pulau Rinca daripada ke Pulau Komodo, yang dipisahkan oleh Selat Lintah. Pulau Padar tidak dihuni oleh ora (biawak komodo). Di sekitar pulau ini terdapat pula tiga atau empat pulau kecil.

Pulau Padar juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, karena berada dalam wilayah Taman Nasional Komodo, bersama dengan Pulau Komodo,Pulau Rinca dan Gili Motang.

5. Pink Beach
pink beach

Pantai ini sesuai dengan namanya “Pink Beach” yaitu pantai yang berwarna merah muda. Pantai Pink Beach merupakan pantai yang unik yang memiliki pasir yang berwarna merah muda nan indah.  Pantai “Pink Beach” atau pantai merah muda terletak dalam Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Pink Beach atau Pantai Merah adalah satu dari 7 saja pantai berpasir merah muda yang ada di dunia. Adapun pantai merah muda hanya terdapat di adalah Pink Beach di Harbor Island, Bahamas; Bermuda; Santa Cruz Island, Filipina;  Sardinia, Itali; Bonaire, Dutch Caribbean Island; dan di Balos Lagoon, Crete, Yunani. Betapa kaya dan cantik alam Indonesia; satu di antara tujuh pantai berpasir merah muda dapat ditemukan di negeri ini.

Kawasan Taman Nasional Komodo selain merupakan lokasi pantai Merah Muda (pink beach), juga tempat perlindungan makhluk raksasa dan  purba yang hanya terdapat di Indonesia yaitu Komodo. Taman Nasional Komodo sudah dinobatkan menjadi salah satu keajaiban dunia.

Selain kondisi pantainya yang unik dan indah, kehidupan bawah laut di Pink Beach juga menyimpan keindahan dan kekayaan yang menarik untuk diselami. Taman bawah laut Pink Beach adalah istana bagi beragam jenis ikan, ratusan jenis batu karang, dan berbagai jenis biota laut lainnya. Oleh karenanya, snorkeling atau diving adalah aktivitas yang tidak boleh dilewatkan

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti dari mana asal muasal warna pasir merah muda yang cantik ini. Beberapa berpendapat bahwa warna pink berasal dari pecahan karang berwarna merah yang sudah mati dan memang banyak ditemukan di pantai ini. Pendapat lain menyebutkan warna pink pada pasir Pink Beach adalah karena adanya hewan mikroskopik bernama foraminifera yang memproduksi warna merah atau pink terang pada terumbu karang.

6. Batu Cermin Labuan Bajo
Batu Cermin Labuan Bajo

Pantai ini sesuai dengan namanya “Pink Beach” yaitu pantai yang berwarna merah muda. Pantai Pink Beach merupakan pantai yang unik yang memiliki pasir yang berwarna merah muda nan indah.  Pantai “Pink Beach” atau pantai merah muda terletak dalam Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Pink Beach atau Pantai Merah adalah satu dari 7 saja pantai berpasir merah muda yang ada di dunia. Adapun pantai merah muda hanya terdapat di adalah Pink Beach di Harbor Island, Bahamas; Bermuda; Santa Cruz Island, Filipina;  Sardinia, Itali; Bonaire, Dutch Caribbean Island; dan di Balos Lagoon, Crete, Yunani. Betapa kaya dan cantik alam Indonesia; satu di antara tujuh pantai berpasir merah muda dapat ditemukan di negeri ini.

Kawasan Taman Nasional Komodo selain merupakan lokasi pantai Merah Muda (pink beach), juga tempat perlindungan makhluk raksasa dan  purba yang hanya terdapat di Indonesia yaitu Komodo. Taman Nasional Komodo sudah dinobatkan menjadi salah satu keajaiban dunia.

Selain kondisi pantainya yang unik dan indah, kehidupan bawah laut di Pink Beach juga menyimpan keindahan dan kekayaan yang menarik untuk diselami. Taman bawah laut Pink Beach adalah istana bagi beragam jenis ikan, ratusan jenis batu karang, dan berbagai jenis biota laut lainnya. Oleh karenanya, snorkeling atau diving adalah aktivitas yang tidak boleh dilewatkan

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti dari mana asal muasal warna pasir merah muda yang cantik ini. Beberapa berpendapat bahwa warna pink berasal dari pecahan karang berwarna merah yang sudah mati dan memang banyak ditemukan di pantai ini. Pendapat lain menyebutkan warna pink pada pasir Pink Beach adalah karena adanya hewan mikroskopik bernama foraminifera yang memproduksi warna merah atau pink terang pada terumbu karang.

7. Gua Rongko Labuan Bajo

8. Cunca Wulang(Air Terjun Cunca Wulang)


9. Cunca Lolos (Air Terjun Cunca Lolos)
Cunca Lolos

 10. Sano Ngoang (Danau Sanonggoang)
 11. Istana Ular
 12. Liang Bua (Gua Alam)
 13. Rana Mese (Danau Rana Mese)
14. Lodok Cara Cancar (Sawah Jaring Laba-laba)
Lodok Cara


Dan Banyak lainnya  saya tidak bisa Sebut satu Persatu, Selamat Berlibur Semoga Menyenangkan
------------------------------------Akir Kata Saya Ucapkan TerimaKasih--------------------------------


Cara Kontrol Pc Via Smarthphone







Biasanya, kebutuhan kendali komputer dari jarak jauh diserahkan kepada aplikasi yang bernama Remote Desktop Connection. Remote Desktop memungkinkan pengguna untuk masuk ke server terminal mengendalikan dan melihat langsung tampilan layar yang muncul secara fisik di layar monitor lokal.

Teknik ini banyak digunakan oleh administrator jaringan korporasi untuk mengendalikan atau membantu pengguna PC client untuk mengoperasikan dan mengatur seting di PC. Dengan begini, seorang administrator tidak perlu repot berkeliling dari satu komputer ke komputer lainnya. Kendali dapat dilakukan secara remote dari jarak jauh melalui PC Anda.

Selain melalui PC, ponsel juga bisa mengendali komputer seperti Remote Desktop Connection di Windows. Aplikasi yang memungkinkan hal tersebut ialah RDM Remote Desktop for Mobiles (RDM+). RDM+ merupakan aplikasi unik yang mampu untuk menghubungkan perangkat genggam Anda ke layar komputer PC ataupun server. Selain bisa melihat layar desktop di layar ponsel, Anda juga bisa mengendalikan komputer dengan tombol-tombol di keypad dan joystick sebagai pengganti keyboard.

Selama menggunakan RDM+, Anda bisa mengirim dan menerima e-mail, menjelajah Internet, mengelola dokumen, mengatur setting dan berbagai aktivitas lainnya seperti ketika Anda berada di depan komputer. Tidak perlu kuatir soal sekuriti. Setiap aktivitas Anda dilindungi dengan enkripsi 3DES 128 bit yang kuncinya dibuat secara acak di awal sesi. Ditambah lagi ketersediaan log di komputer server akan memudahkan Anda untuk mengelola 

Persyaratan Sistem
RDM dapat dijalankan di hampir semua platform: sistem operasi Windows Mobile 2003, Windows Mobile 5/6, Java (J2ME), BlackBerry, Palm, sampai Apple iPhone. Jaringan yang dibutuhkannya boleh GPRS, EDGE atau 3G.

Dari sisi komputer desktop, Anda membutuhkan komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 98, NT 4.0, 2000, XP, 2003 atau Vista. Meski hampir semua sistem operasi yang dirilis dalam 10 tahun terakhir ini didukung, fungsi penuh hanya tersedia mulai Windows 2000/XP ke atas.

RDM+ Server
Untuk menggunakan sistem ini, Anda perlu menyiapkan koneksi Internet yang selalu aktif 24 jam. Akan lebih baik jika Anda memiliki IP publik statis. IP statis ini untuk memudahkan Anda mengakses komputer dari ponsel. Selanjutnya, ponsel harus di-instal RDM+, sementara di komputer desktop juga harus di-instal aplikasi yang akan bekerja di belakang layar sebagai service untuk menunggu koneksi dari ponsel.
1. Unduh aplikasi desktop untuk PC dari situs www.rdmplus.com/rdm/wm/download.html, lalu jalankan file tersebut untuk memulai instalasi. Selanjutnya, lakukan konfigurasi dengan mengklik menu Settings pada ikon RDM+ di tray sistem. Berikan tanda cek di depan opsi Connect to the online service at startup agar RDM+ secara otomatis terhubung ke server secara otomatis saat komputer dinyalakan.

2. Beri tanda cek pula pada kotak cek Save local service logs & Last log files agar sistem menyimpan catatan atas segala aksi yang dilakukan secara remote. Apabila menggunakan koneksi berbasis kuota ataupun GPRS, Anda perlu mengaktifkan opsi Hide desktop wallpaper. Opsi ini akan menyembunyikan wallpaper dari layar remote sehingga data yang ditransmisikan menjadi lebih kecil dan koneksi berlangsung lebih cepat saat diakses. Tekan Save untuk menyimpan perubahan.

3. Selanjutnya, untuk menggunakan RDM, Anda perlu membuat akun. Akun-akun ini digunakan untuk mengatur hak akses atas koneksi yang dilakukan melalui ponsel. Klik kanan ikon RDM dan klik Accounts untuk mengelola akun. Klik Add untuk membuat akun baru. Tentukan nama akun berikut passwordnya. Di bagian bawah jendela tersedia opsi Read only access untuk membatasi akses pengguna. Opsi ini hanya akan menampilkan layar desktop di ponsel serta menonaktifkan kontrol mouse dan keyboard. Tekan OK untuk membuat akun.

4. Berhubung RDM+ aktif sebagai service, Anda tidak dapat mematikan program. Meski demikian Anda bisa menonaktifkan koneksi dari “dunia luar” dengan mengklik ikon RDM+ dan memilih menu Status > Offline.

RDM+ Client
Dari sisi ponsel Anda juga harus meng-instal software RDM+ sebagai client. Modul untuk client telah disertakan dalam file instalasi server. Lokasinya berada di C:-Program Files-RDM+-Client-. Salin file yang berada pada folder tersebut ke ponsel Anda. 

Alternatifnya, Anda bisa mengunjungi alamat wap.shapeservices.com dari ponsel, setelah itu pilih menu Download. Eksekusi file yang telah Anda unduh atau salin dari PC untuk meng-instal-nya ke ponsel.

1. Usai proses instalasi, jalankan RDM+. Ketika pertama kali menjalankan RDM+, Anda akan diminta untuk memasukkan kode registrasi. Pilih menu Try bila Anda belum punya kode registrasinya. Selanjutnya, Anda akan dibawa ke jendela address book. Adress book di RDM+ berisi daftar komputer yang bisa digunakan untuk koneksi. Di awal instalasi Anda akan menemukan address book kosong. 

2. Untuk menambahkan komputer baru, pilih menu New address. Masukkan nama komputer tujuan yang telah Anda dapatkan saat registrasi service RDM+ di komputer desktop. Masukkan pula nama akun dan password yang telah Anda buat di desktop. Untuk memudahkan Anda mengingat dari sekian banyak komputer, isikan kotak Description dengan penjelasan singkat nama pemilik atau lokasi komputer desktop. Tekan Save untuk menyimpan perubahan. 

3. Lakukan uji coba koneksi untuk memastikan semua konfigurasi aplikasi dan setting Internet telah Anda lakukan benar. Uji coba dapat pula dilakukan ke komputer demo yang telah disiapkan Shape Services. Nomor komputernya ialah “10-000-000” dengan nama akun demo dan tanpa password. Pilih menu Connect untuk memulai koneksi. Jika koneksi sukses terbentuk, Anda akan melihat layar desktop di ponsel Anda.

4. Menu remote control yang tersedia di aplikasi dapat digunakan untuk menggantikan fungsi mouse, keyboard (send text), serta menampilkan layar desktop dalam tampilan layar penuh ataupun dalam mode zoom. Tersedia fasilitas pengelolaan file di komputer remote pada menu File manager. Di menu ini Anda dapat melakukan operasi penyalinan atau pemindahan file, eksekusi file, penghausan, perubahan dan pembuatan nama file atau folder. Anda juga dimungkinkan untuk mengirim file dari memori ponsel ke komputer dan sebaliknya. Pokoknya semua fungsi yang ada di Windows Explorer ada di sini.

Di menu Setup, tersedia pengaturan untuk mengatur tingkat refresh desktop dalam mili detik.Perlu diingat, semakin tinggi nilai yang Anda masukkan, semakin besar data yang harus ditransfer. Menu Desktop mode dapat digunakan untuk menentukan apakah Anda ingin menampilan layar desktop dalam layar penuh atau parsial.

Menu Desktop pallete menentukan kualitas warna yang akan ditampilkan di layar ponsel. Semakin tinggi kualitas yang Anda harapkan maka bandwidth yang tersedia juga harus lebih baik. Untuk palette 24 bit dengan kualitas tinggi, Sinyal menyarankan Anda untuk menggunakan koneksi HSDPA.

sumber: Sinyal


TIPS: Menyalin file dengan RDM+
1. Arahkan kursor pada file yang akan disalin.

2. Pilih menu Copy files untuk menyalin file di komputer, Download files untuk menyalin file dari komputer ke ponsel. Atau Upload files untuk menyalin file dari ponsel ke komputer.

3. Setelah memilih menu Destination, pilih lokasi tujuan di mana Anda akan menyimpan file.

4. Pilih menu Copy/Download/Upload untuk memulai proses penyalinan sesuai dengan operasi yang ingin Anda jalankan.

5. Anda akan diminta konfirmasi. Jawab OK pada jendela konfirmasi.



TIPS: Menjalankan Aplikasi Eksternal dari Ponsel 
1. Pilih menu Console commands pada jendela System manager.
2. Ketikkan perintah yang ingin Anda eksekusi. Misalnya ping, netstat, ipconfig, atau nama aplikasi eksternal lainnya.

Daftar Shortcut RDM+
Tombol
Fungsi
5..Menu
1.Klik kiri
2.Klik ganda
3.Klik kanan
6.Klik dan tahan
4Memilih dan mengirim shortcut keyboard dari menu yang tersedia
8.Zoom
9.Menampilkan layar penuh
10.Mengaktifkan mode scroll
Memasukkan teks
11.Membuka/menutup menu kontrol
Select
12.Enter

Aplikasi
Server
Nama File: rdmplus_standard_desktop.exe (RDM Remote Desktop for Desktop versi 3.7.7) / rdmplus_standard_mac.dmg (RDM Remote Desktop for Mac versi 3.7.7)
Ukuran File: 2,5 MB (Windows), 600KB (Mac)
Situs download: http://www.rdmplus.com/rdm/java/download.html
Jenis: Trial
Developer: Shape Services     
Sistem operasi: Windows 98, NT 4.0, 2000, XP, 2003, Vista, Mac OS

Client
Nama File: rdmplus_standard_client.zip (RDM Remote Desktop for Mobiles versi 3.7.7)
Ukuran File: 500 KB
Situs download: http://www.rdmplus.com/rdm/java/download.html
Jenis: Trial
Developer: Shape Services     
Sistem operasi: Pocket PC, Java (J2ME), BlackBerry, Palm, Apple iPhone

Membuat Poster Menarik




Lihatlah poster-poster konser musik. Media ini selalu didesain dengan unik tapi menarik. Memanfaatkan aplikasi vektor, Anda pun bisa membuatnya sendiri. Gunakan salah satu foto jepretan Anda, tracing foto tersebut menjadi gambar, distorsi hurufnya, lalu buat efek fraktal. Hasilnya? Sebuah poster musik dapat Anda ciptakan dengan mudah dan indah. Yang Anda perlukan hanyalah sebuah aplikasi vektor. 


Tertarik mencoba? Ikuti saja langkah-langkah di bawah ini. Sebagai aplikasinya, PCplus menggunakan CorelDRAW X4. 



1. Buatlah kotak memakai [Rectangle Tool] seukuran area gambar sebagai background dengan warna yang Anda tentukan sendiri. Masukkan foto dengan mengklik [File] > [Import…]. Cari dan klik file foto yang hendak dimasukkan. Klik [Impor]. 


2. Untuk memulai proses pengubahan dari gambar bitmap ke vektor, klik tombol [Trace Bitmap], lalu pilih modus tracing yang diinginkan. Di sini, PCplus memilih [Outline Trace] > [Line art…]. Tunggu sampai boks dialog muncul.


3. Agar tampilan foto hasil tracing terlihat halus, atur slider “Smoothing” ke angka 50 atau lebih. Pilih [RGB] untuk Color Mode. Anda bisa melihat perubahan hasil tracing di jendela preview paling kanan. Jika sudah pas, klik [OK].


4. Tempatkan gambar hasil tracing ke lokasi yang diinginkan. Anda bisa mengubah ukurannya dengan menarik sudut-sudut gambar dengan pointer. Selanjutnya, buatlah bintang untuk background. Klik tombol [Star Tool], lalu klik-tarik pointer di area gambar. 


5. Klik bintang dengan [Pick Tool], lalu warnai dengan mengklik warna pada palet warna. Hilangkan outline-nya. Geser gambar tersebut ke belakang untuk menghiasi background dengan menekan [Ctrl] + [Page Down]. Gandakan bintang dengan menekan [Ctrl] + [D] untuk dijadikan fraktal.


6. Fraktal bisa dibuat dengan mendistorsi bentuk memakai fasilitas [Interactive Distortion Tool]. Pilih jenis distorsi dari tiga opsi yang tersedia di toolbar: Push and Pull, Zipper, dan Twister. Untuk membentuk fraktal, Push and Pull dapat digunakan.


7. Klik-tarik bentuk bintang yang dibuat hingga bentuknya terdistorsi. Arah tarikan akan membentuk fraktal yang berbeda. Buatlah sesuai selera. Tekanan distorsi bisa Anda kelola dengan menarik kotak dekat di tanda panah biru.


8. Untuk mengubah arah fraktal, tarik kotak putih berbentuk diamond di tengah bentuk. Tarik sudutnya untuk memperbesar atau memperkecil fraktal jika perlu. Anda juga bisa menggandakannya agar background tampil lebih meriah.


9. Ketikkan teks. Warnai dan ubah ukurannya sesuai kebutuhan. Supaya teks tepat berada di tengah poster, klik [Pick Tool], diikuti dengan [Arrange] > [Align and Distribute] > [Center to Page]. Untuk judul, posisikan teks ke atas dengan menekan tombol tanda panah di kibor.


10. Beri efek berlapis untuk teks judul agar unik. Aktifkan [Interactive Contour Tool] di toolbox, dalam kondisi teks terpilih oleh [Pick Tool]. Pastikan opsi [Outside] terpilih. Tentukan nilai "Contour Offset" dengan mengklik tombol drop-down yang ada. Seketika, lapisan akan langsung terlihat. 


11. Atur jumlah lapisannya di menu “Counter Step” yang ada di samping kiri menu sebelumnya. Untuk mengubah warna lapisan teks tersebut dengan warna lain, lakukan lewat menu drop-down “Fill Color” di option bar. Setelah terpilih warna baru maka warna gradasi lapisan akan berubah.


12. Tambahkan teks yang sesuai dengan gaya aliran musik si musisi. Agar tidak terlalu mengganggu tampilan obyek di bagian depan, PCplus memberikan efek transparan memakai [Interactive Tranparency Tool] pada gambar bintang dan fraktal di belakang. Efek bertumpuk pun makin terlihat.


Sumber: PCplus

Membongkar Rahahasia Winamp Player





Selain plug-in, Winamp juga memiliki beberapa rahasia, semacam “telur paskah”. Tahu dong kalau istilah “telur paskah” itu mengacu pada fitur tersembunyi pada suatu program. Jangan bayangkan fitur yang “mewah” karena telur paskah biasanya hanya untuk lucu-lucuan —kebanyakan justru bukan fitur yang “nyambung” dengan fungsi asli program.

Langsung saja kita lihat hal tersembunyi yang dimiliki oleh plug-ins Nullsoft NSV Decoder di Winamp. Begini caranya.
1. Jalankan Winamp Anda.
2. Klik menu [Options] > [Preferences…] atau tekan [Ctrl] + [P].
3. Pada jendela “Winamp Preferences”, klik [Plug-ins] > [Input].
4. Pada jendela “Input plug-ins” pilih [Nullsoft NSV Decoder v1.04] kemudian klik [About] yang terletak di bagian bawah. Muncul jendela “About…”. 
5. Kemudian, klik ganda gambar llama pada jendela tersebut. Gambar llama akan berubah menjadi tulisan “nullsoft present you nSV play hidden party…”. 
6. Klik ganda lagi gambar tersebut untuk menampilkan gambar api, air, dan lain

Ada lagi plug-in yang dapat dimainkan, yakni Nullsoft Vorbis Decoder v1.35. 
1. Pilih plug-in tersebut, kemudian tekan tombol [About]. Pada jendela “About…” ada gambar ikan berwarna kuning dan biru cerah yang merupakan ikonnya. 

2. Klik sekali pada gambar tersebut. Ikan itu akan berputar ke kanan. Kemudian klik sekali lagi dengan klik kanan, maka ikan akan berputar ke kiri. Jika Anda terus mengklik ikan tersebut, ikan akan berputar dengan cepat dan sebuah keterangan baru akan muncul berupa kecepatan berputar ikan dalam satuan RPM. Eh, ada juga rekor tercepat yang pernah Anda buat.

Eits, telur paskah bukan cuma itu saja, masih ada lagi. Berikut cara memunculkan telur paskah lainnya.
1. Klik kanan pada jendela Winamp.
2. Pilih [Nulsoft Winamp Pro].
3. Ketika jendela “About Winamp” terbuka, Anda akan melihat gambar siluet seperti kuda dengan tulisan “WINAMP” dan bergerak secara zoom-in dan zoom-out.
4. Sekarang tahan tombol [Ctrl] di keyboard kemudian klik ganda di area gambar tersebut. Muncullah gambar kecil bertuliskan “DJ Egg” dengan gambar telur putih di tengahnya.
5. Kembalikan gambar awal dengan cara klik ganda lagi.
6. Sekarang tahan tombol [Shift] kemudian klik ganda lagi di area gambar yang bergerak. Percayalah, gambar yang di dalamnya terdapat tulisan “supplied” dan “cracked”.

Sumber: PCplus

Nonaktifkan Tombol Windows

Pada keyboard keluaran baru, biasanya terdapat dua tombol baru berlogo Windows. Saat tombol ini ditekan, menu Start akan terbuka. Selain untuk membuka menu Start, tombol ini bisa dimanfaatkan untuk membuka beberapa aplikasi di Windows.

Para pengguna Windows sejati, tentunya sudah hapal betul hotkey-hotkey untuk menjalankan suatu fungsi pada Windows, misalnya Windows + e untuk menjalankan fitur Computer, Windows + r untuk menjalankan fitur Run, berpindah program dengan Windows + tab, dan sebagainya. Ternyata hotkey-hotkey ini dapat menjadi masalah bagi PC yang selalu digunakan bersama. Apa sebab? Dengan adanya akses ke semua file yang ada di komputer, seseorang bisa mengotak-atik isi di dalamnya. Belum lagi kalau pengguna memanfaatkan shortcut-shortcut lain untuk mengakses sistem.

Oleh karena itu, dengan menghilangkan hotkey Windows ini berarti kita sudah menanggulangi kemungkinan-kemungkinan buruk itu. Setidaknya mengurangi niat orang iseng yang ingin menjahili PC.

Daripada ribet dengan penjelasan yang panjang, mending kita cobain aja trik yang satu ini.
1. Jalankan Registry editor yaitu dengan mengetikkan regedit pada menu Start.
2. Masuklah ke sub key HKEY_CURRENT_USER-Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer.
3. Kemudian buatlah data DWORD Value 32 bit baru dengan mengklik kanan mouse kemudian pilih menu New > DWORD value (32 bit) dan beri namaDWORD Value tersebut dengan nama NoWinKeys.
4. Klik ganda data tersebut dan gantilah nilainya menjadi 1.
5. Restart PC Anda untuk melihat hasilnya.

Sekarang, cobalah menjalankan fitur Computer dengan hotkey Windows + e atau menjalankan fitur lain melalui tombol Windows dan amati apa yang terjadi. Windows tak akan merespon permintaan Anda itu.

Apabila Anda berkeinginan untuk mengembalikan seting ke kondisi semula, Anda dapat mengganti nilai 1 tersebut menjadi 0 atau langsung menghapus DWORD Value NoWinKeys.

Sumber: PCplus

Tanahku Manggarai (Nuca Lale).

Kabupaten Manggarai adalah sebuah kabupaten di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten adalah Ruteng. Luas wilayahnya adalah 7.136,4 km², termasuk pulau Komodo dengan jumlah penduduk 504.163 jiwa.[2]


Desa Cumbi di Manggarai tempo doeloe.
Kabupaten Manggarai dikenal dengan pertaniannya, antara lain : kopi, cengkeh, vanili, cokelat, dan masih banyak yang lainnya. Orang Manggarai juga terkenal dengan keramahtamahannya.

Salah satu tarian yang terkenal dari Manggarai adalah tarian caci yang sudah terkenal di banyak negara seperti Eropa dan Australia.

Sejak dahulu kala Pulau Flores, khususnya Kabupaten Manggarai sekarang, telah menarik minat banyak suku bangsa pelaut di Nusantara ini. Mulai dari orang Bima hingga orang Goa di Sulawesi Selatan. Para pelaut dan pedagang sangat tertarik dengan hasil laut dan hasil bumi Flores Barat.
Keadaan alam Flores Barat yang selalu hijau karena ditutupi hutan lebat sudah diduga pasti kaya akan hasil bumi. Dugaan para pedagang waktu itu memang tidak keliru.
Kopi robusta atau arabica hasil utama Kabupaten Manggarai sekarang adalah bukti dari kebenaran dugaan pedagang Goa tempo dulu. Waktu para pedagang Goa ingin menginjakkan kaki di pantai utara Flores Barat, nama tempat itu belum dikenal. Hingga pada suatu saat, sebuah perahu Goa atau lebih dikenal dengan perahu Bugis berusaha berlabuh di salah satu pantai Flores Barat.
Tetapi tiba-tiba turunlah hujan deras disertai angin rebut. Laut seolah-olah marah dan mengamuk. Perahu para pelaut Goa itu mulai diombang-ambingkan ke sana ke mari. Akhirnya juragan perahu itu memutuskan untuk membuang sauh agar dapat bertahan. Namun usaha ini ternyata sia-sia. Gelombang makin mengganas dan akhirnya tali sauh itu putus.
Maka untuk menyelamatkan diri, niat berlabuh ke pantai utara Flores Barat itu diurungkan. Juragan perahu dan semua anak buahnya memutuskan untuk kembali. Mereka mengembangkan layar dan kembali ke daerah asal mereka yaitu Goa di Sulawesi Selatan. Mereka kembali dengan tangan hampa.
Setibanya di Goa, mereka disambut gembira oleh keluarga yang ditinggalkan. Semua warga desa pelabuhan Goa yang adalah sesame pelaut juga menyambut mereka dengan gembira. Para pelaut dan pedagang di Goa berharap bahwa ada berita baru tentang pulau baru yang kaya hasil bumi yang dituju oleh perahu yang baru kembali.
Akan tetapi, mereka segera heran bercampur haru menyaksikan keadaan perahu dan anak buahnya yang tampak lesu. Banyak cat di badan perahu itu terkelupas. Sauh perahu sudah tidak ada. Ada beberapa bagian layar tersobek-sobek. Banyak pula barang dan alat di perahu itu morat-marit letaknya. Semua ini merupakan pertanda bahwa perahu ini baru saja dilanda bencana. Tidak salah dugaan mereka. Setelah turun ke darat, para awak perahu yang naas itu menceritakan semua pengalaman buruk yang baru saja dialami.
Para keluarga dan tetangga lalu bertanya di mana bencana itu terjadi. Akan tetapi para awak perahu naas itu tidak dapat menjawab dengan pasti. Karena mereka memang belum tahu nama pulau itu. Mereka hanya dapat mengatakan bahwa tempat bencana itu dekat pantai sebuah pulau yang subur. Tempat di mana sauh kapal mereka putus. Konon dalam bahasa orang Goa, sauh disebut Manggar dan putus disebut Rai. Jadi dalam bahasa Goa, sauh putus disebut Manggar-rai. Lama-kelamaan di kalangan orang Goa, nama Flores Barat bahkan seluruh Pulau Flores disebut dengan Pulau Manggarai atau pulau “sauh putus”.
Nama Manggarai kemudian menyebar melalui para pelaut dan pedagang Goa ke Bima di Sumbawa, ke Solor di Flores Timur dan kemana-mana. Nama Manggarai kemudian diucapkan menjadi satu kata saja yaitu Manggarai. Nama inilah yang diwarisi hingga sekarang, termasuk sebagai nama untuk Kabupaten Daerah Tingkat II Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ragam Budaya Manggarai

RAGAM BUDAYA MANGGARAI


Pada umumnya gambaran masyarakat Manggarai bisa dilihat dari corak maupun ragam budayanya yang tercermin dalam berbagai sistem atau sub-sistem yang berlaku. Beragam sub-sistem yang hidup dalam masyarakat Manggarai yang dapat memperlihatkan bagaimana sesungguhnya corak kebudayaan di Manggarai. Sub-sistem yang hidup dalam masyarakat Manggarai yaitu sub-sistem religi, sub-sistem organisasi, sub-sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian atau ekonomi, sistem teknologi.

1. Religi
Secara umum, sistem religi asli orang Manggarai adalah monoteis implisit, dengan dasar religinya yakni menyembah Tuhan Maha Pencipta dan Maha Kuasa (mori jadi dedek – Ema pu’un kuasa), meski masih terdapat cara-cara dan tempat persembahan misalnya, compang (mesbah) juga terkadang di bawah pohon-pohon besar yang dipandang angker dan suci.

Compang (Mesbah)
Yang didirikan di tengah kampung karena menurut kepercayaan orang Manggarai di sana berdiamlah Sang Naga Beo (kekuatan pelindung) yang menjaga ketentraman warga kampung setiap waktu. Compang itu berbentuk bulat maksudnya atau mengandung makna kekerabatan, sehingga dalam upacara adat Manggarai sering diungkapkan kalimat sebagai berikut:

Muku ca pu’u toe woleng curup (kesatuan kata)
Ipung ca tiwu neka woleng wintuk (kesatuan tindakan)
Teu ca ambong neka woleng lako (kesatuan langkah)

Wujud nyata dari prinsip ini nampak dalam kegiatan leles, kokor tago, dan lain-lain. semuanya menekankan persaudaraan, kebersamaan, dan kekeluargaan.
Di dalam masyarakat Manggarai, khususnya berkaitan dengan religius tumbuh dan berkembangnya upacara-upacara adat yang berkaitan untuk menyebut nama Tuhan atau wujud tertinggi misalnya :

* Dalam acara penti, ucapan untuk menyebut nama Tuhan atau wujud tertinggi:
- Lawang morin agu ngaran
Artinya untuk minta pengukuhan dari Tuhan sebagai pemilik atau pemberi atas benih atau tumbuh-tumbuhan yang digunakan oleh manusia. sehingga dalam adat Manggarai, diadakannya pesta penti (syukuran) kepada Tuhan atas pemberiannya itu.

* Dalam upacara kematian, ucapan untuk menyebut nama Tuhan atau wujud tertinggi :
- Kamping morin agu ngaran 

2. Sistem Organisasi Sosial atau Kemasyarakatan
1. Lembaga adat atau tua adat
* Gendang
A. Sejarah berdirinya gendang
Secara etimologis, gendang adalah alat musik tradisional Manggarai sejenis drum. Sedangkan secara esensial, gendang adalah lembaga kekuasaan dari suatu masyarakat hukum adat. Seperti masyarakat hukum adat Gendang Mano, Gendang Alang Mano, Gendang Lame, dan Gendang Bea Laing. Sehingga secara umum Gendang adalah nenek moyang dari masyarakat hukum adat tertentu beserta keturunannya yang berkuasa untuk memerintah seluruh masyarakat hukum adat tertentu dan berkuasa atas wilayahnya.
Dalam hal terbentuknya gendang, walaupun memiliki sejarah tersendiri tetapi melihat struktur lembaga hukum adat yang berlaku sampai sekarang di Kabupaten Daerah Tingkat II Manggarai, maka gendang dibentuk atau diadakan oleh Gelarang yang tugasnya untuk menyelesaikan sengketa tanah atau lingko yang timbul antara gendang dan menentukan serta membagikan lingko-lingko kepada setiap kampung atau gendang.
Cara lain yang membentuk atau mengadakan gendang adalah sebagai akibat memenangkan perang atau menguasai suatu wilayah kosong.
Gendang Mano yang dimaksud dalam penelitian ini dibentuk setelah menguasai suatu wilayah kosong yang telah ratusan tahun ditinggalkan. Wilayah kosong ini ditemukan oleh nenek moyang orang Mano yaitu suku Kuleng. Suku ini kemudian membentuk Gendang’n one lingko’n pe’ang yang berdiri sampai saat ini. Perlu juga diketahui bahwa nenek moyang pertama yang menguasai wilayah Mano adalah Empo Mbak. Empo Mbak ini adalah pelarian atau orang buangan dari suku Minangkabau sebagai akibat perebutan kekuasaan. Dalam legenda orang Manggarai, Empo Mbak ini adalah seorang keturunan raja Minangkabau.
Dalam perkembangannya, karena memiliki lingko yang luas dan banyak maka Gendang Mano memberikan (widang) suatu lingko kepada orang Alang sebagai tanda persaudaraan.
Kemudian terbentuklah gendang’n onen lingkon’n pe’ang, dari Gendang Alang Mano.
Demikian juga dengan Gendang Bea Laing yang disebut dengan Gendang Ase Ka’e (famili, sanak saudara), karena sebenarnya Bea Laing berasal dari suku Pau Ruteng. Atas kebaikan orang Mano mereka lalu diberikan untuk menghuni wilayah Bangka Pau di Mano kemudian pindah ke Mera Mano. Karena perkembangan akhirnya mereka pindah ke Bea Laing untuk menetap, dan melalui perkawinan maka terjadilah hubungan dengan masyarakat Gendang Mano, karena melalui suatu kebijaksanaan maka Gendang Mano memberikan lingko kepada suku Pau Ruteng.
Sedangkan terbentuknya Gendang Lame atau gendang widang (pembagian) adalah gendang pembagian kepada saudari perempuan atau kepada anak mantu.
Maka Gendang Mano membagi lingko untuk mendirikan Gendang Lame. Serta lembaga hukum adatnya yaitu Gendang’n onen lingko’n pe’ang.
Sehingga hubungan antara Gendang Mano dan ketiga Gendang tersebut sangat erat dan harmonis dan ketiga Gendang yang dibentuk tetap tunduk dan taat kepada Gendang Mano, seperti dalam hal sebagai berikut :
- Ketiga Gendang harus tunduk dan taat kepada perintah dari Gendang Mano dalam hubungan adat istiadat mengenai lingko.
- Apabila ketiga Gendang tersebut membagi moso atau lodok (membagi tanah per keluarga), Gendang Mano harus mendapatkan juga satu bagian sebagai Gendang induk.
- Masyarakat dari kegita Gendang harus hadir apabila dipanggil oleh Tu’a Gendang Mano sehubungan dengan pesta penti.

B. Fungsi, tugas dan struktur organisasi gendang
Pada dasarnya fungsi, tugas dan struktur organisasi gendang yang ada di Manggarai sama.
a. Fungsi organisasi gendang :
- Menegakkan sejarah garis keturunan.
- Mempertahankan kekuasaan gendang.
- Mempersatukan warga gendang.
- Menata kehidupan sosial warga gendang.
- Mempertahankan kepemilikan tanah dan mengatur pembagiannya.
- Membentuk pertahanan yang kuat dalam menghadapi musuh.
b. Tugas organisasi gendang :
- Menjaga dan memelihara kesinambungan keberadaan keturunan gendang.
- Menata ketertiban sosial bagi kehidupan warga gendang.
- Memasukkan kehidupan bersama warga gendang.
c. Struktur organisasi gendang
Sebagai tambahan, saya mulai saja dengan melihat kembali sejarah pemerintahan di Manggarai sejak zaman pemerintahan Goa, Bima dan pemerintahan jajahan Belanda. Sehingga struktur pemerintahan pada jaman itu adalah sebagai berikut :

Gambar 1
Struktur Organisasi Elit Tradisional
Di Kabupaten Manggarai

Membaca dan melihat struktur pemerintahan tersebut jelas terlihat bahwa Raja membentuk dan mengangkat Dalu yang kemudian dinamakan Haminte sampai dengan tahun 1968. Kemudian Dalu membentuk Gelarang yang fungsi dan tugasnya menentukan dan membagi-bagikan Lingko kepada setiap kampung atau gendang serta menyelesaikan sengketa tanah yang timbul antara gendang di setiap kampung atau desa. Keadaan ini berlaku hingga saat ini melalui hukum adat Manggarai, tetapi tidak mutlak untuk membentuk atau mengadakan gendang di setiap kampung.
Keadaan dewasa ini telah menunjukkan bahwa Raja, Dalu dan Gelarang tidak berperan lagi karena organisasinya telah bubar, yang tertinggal hanyalah apa yang dinamakan dengan gendang atau lembaga hukum adat yang disebut dengan gendang’n onen lingko’n pe’ang.
Mengenai struktur organisasi elit tradisional yang dalam penelitian ini adalah gendang, dapat dilihat pada gambar 2.
Deskripsi jabatan :
1. Tu’a gendang adalah sekelompok orang yang merupakan pendiri gendang dan keturunannya. Sehingga mereka menguasai Beo (kampung) secara keseluruhan yaitu gendang’n onen lingko’n pe’ang.
Keturunan pendiri gendang berhak untuk menjadi :
- Tu’a Golo
- Tu’a Teno
- Ata lami gendang (keluarga yang menempati rumah niang atau rumah gendang dan menjaga serta memelihara).
- Pelaksana ritus gendang yang menentukan penti (syukuran), oli (upacara musim tanam), wasa (mohon penyuburan), dan paki kaba (persembahan).
Gambar 2
Struktur Organisasi Elit Tradisional
Di Desa Mandosawu


2. Tu’a Golo
Adalah Tu’a yang menguasai golo (kampung)
Pa’ang’n olon, ngaung’n musi (segenap wilayah milik gendang yang bertugas memimpin rakyat gendang, mengontrol dan menertibkan pelaksanaan adat istiadat sebagai pedoman hidup seluruh warga gendang dan memberi sanksi bagi yang melanggar tata tertib gendang.
Yang mengangkat Tu’a Golo adalah Tu’a Gendang. Dia yang diangkat karena turunan pendiri gendang, mempunyai gesah sebagai pemimpin, taat kepada aturan adat istiadat dan tidak banyak cacat cela dalam hal moral.
Tugas Tu’a Golo adalah sebagai pemimpin rakyat gendang dalam hal urusan harian seperti ketertiban warga gendang, menjaga keamanan warga dan kebun warga. Dan persyaratan menjadi Tu’a Golo adalah orang yang bijaksana, mampu menyelesaikan masalah dalam wilayah gendang. Dalam musyawarah gendang, dia adalah pemimpin sidang, khusus di luar kekuasaan Tu’a Teno. Tetapi dia harus taat kepada kebijaksanaan Tu’a Gendang yang merupakan sesepuh-sesepuh agung gendang. Dan perlu diketahui bahwa kedudukan Tu’a Golo dan Tu’a Teno adalah sejajar.
3. Tu’a Teno adalah orang yang berasal dari Tu’a gendang dengan tugas menentukan pembagian tanah yang menjadi hak milik gendang, mengamankan pelaksanaan pembagian tanah dan melaksanakan ritus pembagian. Sedang yang menentukan kepemilikan tanah adalah Tu’a Gendang.
4. Tu’a Panga. Panga (bagian atau cabang) adalah sekelompok orang yang merupakan turunan Tu’a Gendang pada lapisan tertentu yang dipercayakan untuk mengurus diri berdasarkan kebijaksanaan Tu’a Gendang, Tu’a Golo dan Tu’a Teno.
Tu’a Panga adalah pemimpin atau kepala panga. Panga terdiri dari beberapa Ame atau keluarga yang berasal dari satu nenek dalam suku tertentu.
5. Tu’a Ame adalah keturunan Tu’a Gendang sesudah lapisan panga dan dipercayakan untuk mengurus diri. Ame terdiri dari beberapa kilo atau keluarga. Tu’a Ame adalah pemimpin keluarga.
6. Tu’a Kilo adalah yang mengetahui atau menguasai suatu keluarga. Tu’a Kilo adalah pemimpin keluarga yang biasanya disandang oleh bapak.
7. Tu’a Wa’u adalah yang mengepalai keturunan pendatang yang telah berkembang dalam gendang dan menerima pembagian tanah. Pada umumnya mereka memiliki hubungan dengan gendang karena faktor perkawinan. Walaupun mereka merupakan keturunan pendatang, namun tetap taat pada tata tertib dan peraturan gendang yang dihuni.
8. Tu’a Wae Tu’a yaitu yang mengetahui atau menguasai suku yang tertua dari gendang tersebut. Biasa disebut dengan wae ka’e atau keturunan tertua.
9. Tu’a Wae Koe yaitu yang mengetahui atau menguasai suku yang termuda dalam gendang. Biasa disebut dengan wae ase atau keturunan termuda.
C. Ruang Lingkup Wilayah Gendang
Wilayah kekuasaan gendang adalah suatu wilayah tertentu dari sebuah kampung atau desa yang terdiri dari beberapa lingko atau tanah dan setiap lingko mempunyai tanah sendiri. Wilayah kekuasaan ini nampak dalam sebutan gendang’n onen atau beon one, lingko’n pe’ang.
Gendang’n one yang dimaksud adalah segenap warga gendang sedangkan lingko’n pe’ang adalah wilayah yang merupakan tanah (lingko) milik gendang.
* Kekerabatan atau Keluarga Perkawinan
(Menyangkut Anak Wina – Anak Rona)
- Sistem perkawinan menurut adat Manggarai
Menurut adat Manggarai, ada tiga cara atau sistem perkawinan yaitu :
a. Cangkang
Perkawinan di luar suku atau perkawinan antar suku. Dalam bahasa adanya dikatakan laki pe’ang atau wai pe’ang (anak wanita yang kawin di luar suku). Orang yang laki pe’ang atau wai pe’ang membuka jalur hubungan baru dengan suku-suku lain. Dengan itu keluarga besar lebih lebar jangkauan hubungan woe nelu-nya. Dari praktek orang tua tempo dulu, orang yang laki pe’ang bukan sembarang orang. Biasanya dari kalangan keluarga yang mampu membayar belis atau paca. Karena paca itu sendiri bukan cuma soal uang atau hewan, tetapi terutama soal harga diri dan martabat dari kedua belah pihak, antara keluarga pria dan wanita.
b. Tungku
Perkawinan untuk mempertahankan hubungan woe nelu, hubungan anak rona dengan anak wina yang sudah terbentuk akibat perkawinan cangkang. Laki-laiki dan wanita yang kawin tungku disebut saja laki one dan wai leleng one.
Pemuda yang laki one dapat berarti pria yang kawin tungku, juga berarti perkawinan terjadi di dalam atau di sekitar kampung asalnya.
Demikian pula terhadap wanita yang wai leleng one. Berbicara tentang paca untuk orang yang laki one dan wai leleng one tergantung pada jenis tungku.
Menurut adat Manggarai ada beberapa jenis tungku :
- Tungku cu atau tungku dungka
Kawin antara anak laki-laki dari ibu kawin dengan anak perempuan dari saudara itu atau om.
- Tungku nereng nara
- Tungku anak de due
- Tungku canggot
- Tungku ulu atau tungku sa’i
- Tungku salang manga
- Tungku dondot
c. Cako
Perkawinan dalam suku sendiri. Biasanya anak laki-laki dari keturunan adik dan anak perempuan dari keturunan kakak. Disebut juga sebagai perkawinan cako cama tau. Perkawinan cako biasanya orang tua mulai mencobanya pada lapisan ketiga atau lapisan keempat dalam daftar silsilah keluarga. Mengapa dikatakan mencoba? Karena menurut adat Manggarai, tidak semua perkawinan cako direstui mori agu ngaran. Orang Manggarai percaya bahwa Tuhan-lah yang menentukan apakan perkawinan itu direstui atau tidak. Ada bukti bahwa perkawinan cako tidak direstui, bahwa kedua insan yang menikah itu mati pada usia muda sebelum memperoleh anak.
Perkawinan cako cama salang artinya perkawinan yang dilangsungkan dengan sesama anak wina. Dalam konteks ini belis tidak dituntut sesuai dengan kemampuan kita. Berlaku ungkapan tama beka salang agu beka weki.

* Arti anak wina dan anak rona
Dalam konteks sosial budaya Manggarai yang disebut anak rona berasal dari keturunan pria atau yang disebut ata one. Sedangkan anak wina berasal dari keturunan anak perempuan atau yang disebut ata pe’ang.
Anak wina – anak rona muncul karena hubungan perkawinan, di mana pihak pria disebut anak wina dan pihak perempuan disebut anak rona.

3. Ilmu Pengetahuan
Sejak dulu, orang Manggarai memiliki pengetahuan tentang alam sekitarnya, baik fauna maupun flora dengan seluruh ekosistemnya. Sistem dan pola hidup masyarakat Manggarai yang agraris mengharuskan mereka memiliki pengetahuan yang cukup tentang flora, tentang tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat bagi kehidupannya.
Begitupun pengetahuan tentang fauna dimiliki secara turun temurun karena orang Manggarai pada dasarnya senang beternak dan berburu.

4. Bahasa
Mengutip hasil penelitian Pastor P.J. Verheijen, SVD yang dilakukannya sebelum 1950 menyebutkan bahwa di Manggarai terdapat enam bahasa, yaitu bahasa Komodo di pulau Komodo, bahasa Werana di Manggarai Tenggara, bahasa Rembong di Rembong yang wilayahnya meluas ke Ngada Utara, bahasa Kempo di wilayah Kempo, bahasa Rajong di wilayah Rajong dan bahasa Manggarai Kuku yang termasuk atas lima kelompok dialeg, termasuk bahasa Manggarai Timur Jauh.
Pengelompokkan bahasa tersebut sekaligus mengisyaratkan secara umum kelompok budaya di Manggarai yang erat kaitannya dengan corak kesatuan genealogis, sebab kesatuan genealogis yang lebih besar di Manggarai adalah Wa’u (klen patrilineal) dan perkawinan pun patrilokal. Dalam kesatuan genealogis inilah bahasa terpelihara baik secara turun temurun.

5. Kesenian
Di Manggarai juga tumbuh dan berkembang berbagai jenis kesenian khas daerah ini seperti seni sastra, musik, tari, lukis, disain dan kriya. Dari berbagai jenis kesenian itu, ada dua jenis yang sudah mencapai tingkat sebuah peradaban dan sudah dikenal luas, yakni seni pertunjukan caci dan seni rupa (kriya), songke.
Caci sudah merupakan puncak kebudayaan Manggarai yang unik dan sarat makna: seni gerak (lomes), nilai etika (sopan santun), nilai estektika, muatan nilai persatuan, ekspresi suka cita, nilai sportifitas, serta penanaman percaya diri.
Beberapa macam kesenian di Manggarai :
- Seni Musik
* Alat-alat musi tradisional : sunding, gong, gendang, tambor, tinding.
- Seni Tenun
* Tenun Songke
Seni kriya songke sarat dengan nilai dan simbol. Warna dasar hitam pada songke melambangkan sebuah arti kebesaran dan keagungan orang Manggarai serta kepasrahan bahwa semua manusia akhirnya akan kembali pada Yang Maha Kuasa. Sedangkan aneka motif bunga pada kain songke mengandung banyak makna sesuai motif itu sendiri seperti motif wela kawong bermakna interdependensi antara manusia dengan alam sekitarnya.
Motif ranggong (laba-laba) bersimbol kejujuran dan kerja keras. Motif ju’i (garis-garis batas) pertanda keberakhiran segala sesuatu, yaitu segala sesuatu ada akhirnya, ada batasnya. Motif ntala (bintang) terkait dengan harapan yang sering dikumandangkan dalam tudak, doa porong langkas haeng ntala, supaya senantiasa tinggi sampai bintang.
Maksudnya, agar senantiasa sehat, umur panjang, dan memiliki ketinggian pengaruh lebih dari orang lain dalam hal membawa perubahan dalam hidup.
Motif wela runu (bunga runu), yang melambangkan sikap atau ethos bahwa orang Manggarai bagaikan bunga kecil tapi memberikan keindahan dan hidup di tengah-tengah kefanaan ini.
- Seni Sastra
Cerita-cerita rakyat.
- Seni Tari
* Ronda
Ronda adalah sebuah nyanyian yang dipakai sebagai nyanyian perarakan, misalnya menjemput tamu baru.

* Sae
Sebuah tarian adat Manggarai untuk memeriahkan sebuah pesta. Misalnya dalam upacara adat masyarakat yaitu upacara paki kaba dalam rangka congko lokap atau menempatkan kampung baru.
* Sanda
Sebuah nyanyian, yang dinyanyikan oleh banyak orang dalam bentuk lingkaran. Sanda sering dipakai dalam upacara menjelang pesta penti dan pesta adat lainnya.
* Danding
* Wera

6. Sistem Mata Pencaharian atau Ekonomi
Aktivitas perekonomian atau mata pencaharian sudah sangat lama dikenal dalam masyarakat Manggarai. Bahkan sepanjang usia peradaban yang dimilikinya, seusia itu pula pengenalan masyarakat setempat terhadap kegiatan mencari nafkah, berdagang atau bermata pencaharian.
Dalam bidang pertanian, sudah sangat lama dikenal pola perkebunan yang disebut oleh masyarakat setempat dengan lingko (kebun komunal atau sistem pembagian tanah pertanian yang disebut lodok).
Sama seperti halnya sub-sistem sosial yang lain, sub-sistem ekonomi dan mata pencaharian orang Manggarai senantiasa melekat dengan nuansa-nuansa religi. Pesta kebun adalah acara syukuran kepada mori jari dedek dan arwah nenek moyang atas hasil padi dan jagung yang diperoleh. Begitu pula upacara penanaman benih atau upacara silih yang dilakukan agar kebun atau ladang terhindarkan dari berbagai hama penyakit yang mengganggu tanaman.
Seperti diketahui, masyarakat Manggarai pada umumnya adalah masyarakat agraris. Secara turun temurun dua jenis tanaman andalan masyarakat adalah padi dan jagung. Bahwa kemudian kopi mendapat tempat sebagai komoditas yang akrab dengan orang Manggarai.
Sejak tahun 1938, pembukaan sawah dengan sistem irigasi sudah dikenal di Manggarai. Semula sistem irigasi persawahan ini kurang diminati masyarakat karena terasa asing. Tapi, setelah melihat hasil pekerjaan orang yang mengerjakan jauh lebih baik dan menjanjikan, maka sistem irigasi pun secara berangsur-angsur mulai ditiru dan kemudian malah menjadi kegiatan primadona.
Di samping mengerjakan sawah, berladang dan menanam kopi orang Manggarai juga terkenal handal dalam beternak kerbau, sapi, kuda, babi, anjing, ayam, serta melaut.

7. Teknologi
Masyarakat Manggarai di masa lalu sudah mengenal bahkan mampu menghasilkan peralatan atau perkakas yang dibutuhkan untuk kehidupannya.
Secara tradisional, mereka sudah dapat membangun rumah.
Dalam hal pembuatan rumah, misalnya di Manggarai dikenal lima tahapan yang sekaligus menggambarkan konstruksi segi lima. Konstruksi segi lima ini berkaitan dengan latar belakang filosofis dan sosiologis. Angka ini memang dipandang sebagai angka keramat karena secara kausalistis dihubungkan dengan rempa lima (lima jari kaki), mosa lima (lima jari dalam ukuran pembagian kebun komunal), sanda lima, wase lima, lampek lima.
Untuk pakaian, orang Manggarai sebelum mereka mengenal tenun ikat, bahan pakaiannya terbuat dari kulit kayu cale (sejenis sukun).
Sementara untuk perhiasan sebelum mereka mengenal logam, perhiasan mereka umumnya terbuat dari tempurung kelapa, kayu atau akar bahar.
Begitupun teknologi pembuatan minuman tradisional juga sudah dikenal cama di masyarakat Manggarai, yakni proses pembuatan atau mencampur air enau dengan kulit damer sehingga menghasilkan alkohol berkadar tinggi seperti arak atau tuak.
Masyarakat Manggarai sejak dulu juga sudah mengenal cara pembuatan obat-obatan yang berasal dari daun-daunan, misalnya londek jembu yaitu pucuk daun jambu untuk mengobati sakit perut, kayu sita, untuk pengombatan disentri.
Sebelum mengenal logam, untuk alat-alat pertanian, masyarakat Manggarai sudah mengenal perkakas dari bambu, kayu atau tanah liat untuk mengolah tanah pertanian. Sementara alat perburuan yang dikenal yakni bambu runcing, lidi enau, tali ijuk.